Category: Uncategorized

Memahami Apa Itu Mandul dan Ciri-Cirinya

Memiliki buah hati setelah menikah menjadi satu anugerah yang diharapkan oleh banyak pasangan. Sayangnya, ada sebagian pasangan yang harus berusaha lebih keras untuk mewujudkannya. Salah satu alasannya karena mandul. Apa itu mandul bagi wanita atau pria? Bagaimana ciri-cirinya?

Tidak sedikit pasangan yang sejak awal, sebelum menikah, sudah melakukan berbagai tes kesehatan, sehingga bisa segera mendeteksi kemungkinan satu ataupun keduanya dalam kondisi mandul. Kondisi tersebut jadi hal menakutkan dan menghantui bagi pasangan yang benar-benar ingin memiliki buah hati.

Apa Itu Mandul? Apakah Berbeda dengan Tidak Subur?

Memang lebih baik pasangan yang berencana akan menikah dan ingin segera memiliki anak memahami apa saja  ciri-ciri mandul yang sebenarnya bisa kamu amati lebih cepat. Ciri-ciri mandul bagi seorang wanita dengan pria tentu berbeda. Oleh karenanya, sulit hamil bukan terpatok pada kondisi wanita saja, tapi juga pria.

Selain itu, kasus mandul dengan tidak subur berbeda. Bisa dikatakan mandul adalah kondisi yang menggambarkan seseorang tidak bisa memiliki anak karena adanya gangguan dalam organ reproduksinya.

Sementara tidak subur adalah kondisi yang menghalangi seseorang untuk bisa memiliki anak karena kondisi khusus, tapi bisa diusahakan dengan melalui operasi ataupun program bayi tabung.

Teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan yang semakin berkembang pesat seperti sekarang cukup efektif untuk menjadi solusi dari kondisi ini. Hanya saja tidak semua pasangan mau ataupun mampu mengaplikasikan teknologi itu.

Ciri-Ciri dan Penyebab Kemandulan

Kondisi mandul pada dasarnya disebabkan ketidakmampuan sel telur wanita atau sperma pria untuk melakukan pembuahan. Dari segi ciri fisik, tidak bisa dilihat secara langsung. Membutuhkan sesi konseling dan menjalani sejumlah tes untuk memastikan seseorang itu mandul.

Wanita yang mandul disebabkan oleh tidak normalnya fisik rahim, alami penyakit radang panggul, menderita kanker, endometriosis, dan hal lain. Sedangkan pria yang mandul bisa disebabkan oleh menderita penyakit tertentu, produksi sperma yang rendah, fungsi sperma abnormal, serta gangguan organ tubuh kronis.

Faktor yang Memicu Kemandulan

Terdapat banyak faktor yang rentan memicu kondisi seseorang alami kemandulan, di antaranya:

  • Usia.
  • Faktor genetik.
  • Efek konsumsi obat-obatan.
  • Riwayat medis tertentu.
  • Penggunaan alat kontrasepsi dalam jangka panjang.
  • Rutinitas hubungan seksual.
  • Gaya dan pola hidup tidak sehat.

Karena dari segi penyebabnya tidak bisa dipastikan dan sangat bergantung pada kondisi penderitanya, boleh sekali untuk rutin memeriksakan diri dan pasangan jauh sebelum menikah atau ketika merencanakan pernikahan.

Tes Kesuburan dan Bicarakan dengan Pasangan Sejak Awal

Ada berbagai macam tes yang bisa kamu jalani bersama pasangan untuk mengecek apa ada di antaranya keduanya berpotensi mandul, atau juga dalam kondisi tidak subur. Bicarakan juga bersama pasangan dalam mengatasi situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan.

Karena tentu saja kondisi seperti itu akan berpengaruh terhadap perjalanan pernikahan. Termasuk juga berhubungan dengan anggota keluarga lainnya. Begitupun bila ingin melakukan program untuk atasi ketidaksuburan.

Kapan harus periksa ke dokter? Waktu yang disarankan yaitu setelah 1 tahun menikah dan sudah berhubungan intim rutin tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tapi belum juga hamil. Penting untuk bisa menghadapi kondisi mandul atau tidak subur dengan hati dan mental yang kuat baik bagi pihak wanita, dan bagi pihak pria.

Memahami apa itu mandul atau kemandulan, ciri-ciri, serta penyebabnya bisa menjadi bagian dari persiapan matang menjelang pernikahan bersama pasangan yang nantinya berpengaruh terhadap jangka panjang ke depannya.

7 Manfaat Konsumsi Anggur untuk Ibu Hamil Wajib Kamu Tahu

Masa kehamilan bagi wanita membawa tantangan lebih besar dalam hal menjaga kesehatan tubuh. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk bayi dalam kandungan. Memilih asupan seperti anggur untuk ibu hamil atau jenis buah-buahan lainnya bisa jadi pertimbangan selain mengatur rutinitas harian.

Ada berbagai macam makanan dan minuman yang memang tidak disarankan untuk ibu hamil konsumsi. Banyak yang mengatakan ibu hamil dilarang mengonsumsi buah anggur. Apakah larangan tersebut benar? Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Apakah Anggur untuk Ibu Hamil Aman?

Di Indonesia mitos-mitos seputar kehamilan memang tidak sedikit beredar di tengah masyarakat. Salah satunya buah anggur yang dianggap bisa memicu rasa panas pada perut. Nyatanya hal tersebut hanya mitos lho!

Menurut Dr. Sanjana Sainani, spesialis Kebidanan dan Ginekologi, konsumsi buah anggur dalam jumlah cukup bisa menjadi pilihan bagi ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. Bukan hanya untuk sang ibu, tapi juga bayi dalam kandungan.

Berbagai manfaat anggur untuk wanita hamil di antaranya:

  1. Bantu Turunkan Tekanan Darah

Ibu hamil memiliki risiko tinggi alami preeklamsia, naiknya tekanan darah saat masa kehamilan. Selain istirahat yang cukup, konsumsi buah anggur jadi satu cara dalam menurunkan tekanan darah. Kandungan kalium dalam buah anggur bisa bantu menurunkan tekanan darah dan menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh.

  1. Tingkatkan Imunitas Tubuh

Anggur kaya akan Vitamin C yang menjadi senyawa aktif dalam melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus. Wanita yang sedang hamil biasanya alami penurunan imun, sehingga rentan terserang bakteri dan virus.

  1. Mengatasi Sembelit

Sama seperti kebanyakan buah lainnya, rutin konsumsi anggur bagi ibu hamil akan dapat menjadi cara mencegah ataupun mengatasi gangguan pencernaan berupa sembelit. Kandungan serat di bagian kulit anggur mampu melunakan feses, sehingga apakah ibu hamil boleh makan anggur merah jawabannya, tentu saja boleh.

  1. Menjaga Kesehatan Tulang

Manfaat berikutnya adalah menjaga kesehatan tulang dan sendi karena tingginya kandungan vitamin K, kalsium, magnesium, serta fosfor dalam anggur. Ibu hamil rentan alami nyeri pada bagian tertentu, khususnya sendi-sendi.

  1. Mengurangi Kram pada Perut

Magnesium pada anggur juga berfungsi mengurangi kram perut yang juga sering dirasakan ibu hamil akibat gangguan pergerakan otot. Rutin senam hamil akan bantu menghindari terjadinya kram perut dan nyeri otot.

  1. Menghindari Gejala Anemia

Kandungan zat besi dalam buah anggur merah untuk ibu hamil memberi manfaat untuk menghindari gejala anemia. Gejala anemia pada ibu hamil di antaranya mudah merasa lelah, tidak teraturnya denyut jantung, sakit kepala. dan kulit yang memucat.

  1. Tingkatkan Kesehatan Bayi

Selain manfaat bagi ibu hamil, konsumsi buah atau sayur yang kaya nutrisi akan memberi manfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi dalam kandungan. Mulai dari vitamin A pada anggur yang mengoptimalkan tumbuh kembang indera penglihatan, hingga vitamin B yang memaksimalkan metabolisme bayi.

Masih banyak manfaat lainnya dari mengonsumsi anggur dengan jumlah cukup. Buah-buahan yang bermanfaat baik bagi ibu hamil berupa pisang, jeruk, mangga, alpukat, dan apel. Kelompok berry juga bisa jadi variasi lain bila kamu suka dengan cita rasa buah asam.Tidak hanya anggur untuk ibu hamil dan rutin konsumsi asupan bernutrisi lainnya, disarankan juga minum air putih lebih banyak setiap harinya. Kamu bisa menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan selama masa kehamilan dengan konsultasi bersama dokter kandungan.