Kilasan Tentang Kesehatan Terkini

Waspada Kista Endometriosis, Penyebab Sulit Hamil

Menstruasi adalah peristiwa natural yang dialami oleh wanita. Namun, kenyataannya tidak semua wanita mengalami menstruasi yang normal. Ada wanita yang jarang menstruasi, terlalu sering menstruasi, dan mengalami nyeri atau pendarahan berlebihan saat menstruasi.

Menstruasi yang tidak normal tersebut merupakan gejala utama kista endometriosis. Penyakit ini perlu diwaspadai, terutama jika kamu ingin memiliki keturunan. Sebab, salah satu akibat kista endometriosis adalah kesulitan masalah fertilitas.

Untuk itu, yuk kenali lebih dalam tentang kista endometriosis di artikel ini.

Pengertian Kista Endometriosis

Kista endometriosis adalah kista yang terbentuk ketika jaringan endometrium yang terperangkap dalam tubuh mencapai ovarium. Kista ini juga biasa disebut endometrioma.

Ukuran kista endometriosis kurang dari 5 sentimeter, tetapi bisa mencapai 20 sentimeter. Kista tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri pada panggul, kesulitan memiliki keturunan, memengaruhi program kehamilan, dan menganggu fungsi ovarium.

Penyebab Kista Endometriosis

Sebenarnya, penyebab endometriosis tidak bisa diketahui secara pasti. Namun, dokter dan peneliti menduga endometriosis disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Menstruasi retrogade, yaitu menstruasi di mana darah menstruasi tidak keluar tubuh. Darah tersebut masuk kembali ke tuba falopi, menempel, dan menyebabkan jaringan endometrium tumbuh di dinding panggul serta permukaan organ panggul. Jaringan tersebut kemudian terus menebal dan ikut luruh dalam setiap siklus menstruasi.
  • Transformasi sel embrio yang biasa terjadi ketika perempuan dalam masa pubertas.
  • Sel endometrium yang menempel pada sayatan bedah ketika operasi caesar atau pengangkatan rahim.

Gejala Kista Endometriosis

Kista endometriosis tidak boleh disepelekan. Semakin cepat kamu mengenal gejalanya, semakin efektif pengobatan yang bisa diambil. Inilah gejalanya:

  • Rasa sakit ketika menstruasi, seperti nyeri panggul, nyeri punggung, nyeri perut, dan kram. Rasa sakit ini bahkan bisa terjadi sebelum dan sesudah menstruasi
  • Rasa sakit ketika dan setelah berhubungan seksual
  • Rasa sakit ketika buang air kecil. Rasa sakit ini juga bisa terjadi bahkan ketika perut digerakkan
  • Banyaknya darah yang keluar saat menstruasi
  • Masalah kesuburan seperti sulit mengandung
  • Masalah pencernaan seperti diare dan konstipasi
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah.

Pengobatan Kista Endometriosis

Jika selama ini menstruasimu tidak normal, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan itu penting sekali karena menstruasi yang tidak normal merupakan gejala utama endometriosis.

Untuk mengetahui apakah kamu mengalami endometriosis atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menekan perut atau memasukkan jari ke dalam vagina untuk merasakan keberadaan kista.

Selain itu, dokter juga biasanya akan melakukan USG atau MRI untuk melakukan konfirmasi dengan melihat kondisi dalam tubuh. Pada beberapa kasus, dokter akan menganjurkan laparoskopi untuk melihat kondisi dalam perut.

Jika kamu terkonfirmasi memiliki endometriosis, dokter akan memberi pengobatan yang sesuai dengan usia, rasa sakit yang dialami, serta rencana memiliki bayi di masa depan.

  • Menunggu dan mengobservasi selama 6 hingga 8 minggu jika kista yang dimiliki kecil. Setelah waktu tersebut, dokter akan melakukan USG untuk melihat apakah kista sudah hilang sendiri atau belum.
  • Pemberian obat pereda nyeri seperti ibuprofen bisa dilakukan untuk gejala endometriosis ringan.
  • Operasi mengeluarkan ovarium atau mengangkat rahim. Operasi bisa mengurangi fertilitas, sehingga lebih cocok untuk penderita yang tidak ingin memiliki anak. Namun, pilihan operasi pengangkatan rahim biasanya dilakukan ketika tidak ada lagi cara yang berhasil.
  • Terapi hormon yang berguna untuk memperlambat pertumbuhan jaringan endometriosis. Biasanya berupa pemberian pil KB, KB suntik, atau IUD.

Kista Endometriosis dan Kehamilan

Apakah penderita kista endometriosis bisa hamil? Jawabannya adalah bisa, namun tak mudah.Untuk semua perempuan penderita kista endometriosis yang ingin memiliki keturunan, jangan hilang harapan. Memiliki kista bukan berarti mandul. Memiliki kista tidak menghalangimu untuk punya anak secara alami. Meski tidak mudah, dokter fertilitas akan memberi pengobatan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatanmu.

Memahami Apa Itu Mandul dan Ciri-Cirinya

Memiliki buah hati setelah menikah menjadi satu anugerah yang diharapkan oleh banyak pasangan. Sayangnya, ada sebagian pasangan yang harus berusaha lebih keras untuk mewujudkannya. Salah satu alasannya karena mandul. Apa itu mandul bagi wanita atau pria? Bagaimana ciri-cirinya?

Tidak sedikit pasangan yang sejak awal, sebelum menikah, sudah melakukan berbagai tes kesehatan, sehingga bisa segera mendeteksi kemungkinan satu ataupun keduanya dalam kondisi mandul. Kondisi tersebut jadi hal menakutkan dan menghantui bagi pasangan yang benar-benar ingin memiliki buah hati.

Apa Itu Mandul? Apakah Berbeda dengan Tidak Subur?

Memang lebih baik pasangan yang berencana akan menikah dan ingin segera memiliki anak memahami apa saja  ciri-ciri mandul yang sebenarnya bisa kamu amati lebih cepat. Ciri-ciri mandul bagi seorang wanita dengan pria tentu berbeda. Oleh karenanya, sulit hamil bukan terpatok pada kondisi wanita saja, tapi juga pria.

Selain itu, kasus mandul dengan tidak subur berbeda. Bisa dikatakan mandul adalah kondisi yang menggambarkan seseorang tidak bisa memiliki anak karena adanya gangguan dalam organ reproduksinya.

Sementara tidak subur adalah kondisi yang menghalangi seseorang untuk bisa memiliki anak karena kondisi khusus, tapi bisa diusahakan dengan melalui operasi ataupun program bayi tabung.

Teknologi dan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan yang semakin berkembang pesat seperti sekarang cukup efektif untuk menjadi solusi dari kondisi ini. Hanya saja tidak semua pasangan mau ataupun mampu mengaplikasikan teknologi itu.

Ciri-Ciri dan Penyebab Kemandulan

Kondisi mandul pada dasarnya disebabkan ketidakmampuan sel telur wanita atau sperma pria untuk melakukan pembuahan. Dari segi ciri fisik, tidak bisa dilihat secara langsung. Membutuhkan sesi konseling dan menjalani sejumlah tes untuk memastikan seseorang itu mandul.

Wanita yang mandul disebabkan oleh tidak normalnya fisik rahim, alami penyakit radang panggul, menderita kanker, endometriosis, dan hal lain. Sedangkan pria yang mandul bisa disebabkan oleh menderita penyakit tertentu, produksi sperma yang rendah, fungsi sperma abnormal, serta gangguan organ tubuh kronis.

Faktor yang Memicu Kemandulan

Terdapat banyak faktor yang rentan memicu kondisi seseorang alami kemandulan, di antaranya:

  • Usia.
  • Faktor genetik.
  • Efek konsumsi obat-obatan.
  • Riwayat medis tertentu.
  • Penggunaan alat kontrasepsi dalam jangka panjang.
  • Rutinitas hubungan seksual.
  • Gaya dan pola hidup tidak sehat.

Karena dari segi penyebabnya tidak bisa dipastikan dan sangat bergantung pada kondisi penderitanya, boleh sekali untuk rutin memeriksakan diri dan pasangan jauh sebelum menikah atau ketika merencanakan pernikahan.

Tes Kesuburan dan Bicarakan dengan Pasangan Sejak Awal

Ada berbagai macam tes yang bisa kamu jalani bersama pasangan untuk mengecek apa ada di antaranya keduanya berpotensi mandul, atau juga dalam kondisi tidak subur. Bicarakan juga bersama pasangan dalam mengatasi situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan.

Karena tentu saja kondisi seperti itu akan berpengaruh terhadap perjalanan pernikahan. Termasuk juga berhubungan dengan anggota keluarga lainnya. Begitupun bila ingin melakukan program untuk atasi ketidaksuburan.

Kapan harus periksa ke dokter? Waktu yang disarankan yaitu setelah 1 tahun menikah dan sudah berhubungan intim rutin tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tapi belum juga hamil. Penting untuk bisa menghadapi kondisi mandul atau tidak subur dengan hati dan mental yang kuat baik bagi pihak wanita, dan bagi pihak pria.

Memahami apa itu mandul atau kemandulan, ciri-ciri, serta penyebabnya bisa menjadi bagian dari persiapan matang menjelang pernikahan bersama pasangan yang nantinya berpengaruh terhadap jangka panjang ke depannya.

7 Manfaat Konsumsi Anggur untuk Ibu Hamil Wajib Kamu Tahu

Masa kehamilan bagi wanita membawa tantangan lebih besar dalam hal menjaga kesehatan tubuh. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk bayi dalam kandungan. Memilih asupan seperti anggur untuk ibu hamil atau jenis buah-buahan lainnya bisa jadi pertimbangan selain mengatur rutinitas harian.

Ada berbagai macam makanan dan minuman yang memang tidak disarankan untuk ibu hamil konsumsi. Banyak yang mengatakan ibu hamil dilarang mengonsumsi buah anggur. Apakah larangan tersebut benar? Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Apakah Anggur untuk Ibu Hamil Aman?

Di Indonesia mitos-mitos seputar kehamilan memang tidak sedikit beredar di tengah masyarakat. Salah satunya buah anggur yang dianggap bisa memicu rasa panas pada perut. Nyatanya hal tersebut hanya mitos lho!

Menurut Dr. Sanjana Sainani, spesialis Kebidanan dan Ginekologi, konsumsi buah anggur dalam jumlah cukup bisa menjadi pilihan bagi ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. Bukan hanya untuk sang ibu, tapi juga bayi dalam kandungan.

Berbagai manfaat anggur untuk wanita hamil di antaranya:

  1. Bantu Turunkan Tekanan Darah

Ibu hamil memiliki risiko tinggi alami preeklamsia, naiknya tekanan darah saat masa kehamilan. Selain istirahat yang cukup, konsumsi buah anggur jadi satu cara dalam menurunkan tekanan darah. Kandungan kalium dalam buah anggur bisa bantu menurunkan tekanan darah dan menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh.

  1. Tingkatkan Imunitas Tubuh

Anggur kaya akan Vitamin C yang menjadi senyawa aktif dalam melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus. Wanita yang sedang hamil biasanya alami penurunan imun, sehingga rentan terserang bakteri dan virus.

  1. Mengatasi Sembelit

Sama seperti kebanyakan buah lainnya, rutin konsumsi anggur bagi ibu hamil akan dapat menjadi cara mencegah ataupun mengatasi gangguan pencernaan berupa sembelit. Kandungan serat di bagian kulit anggur mampu melunakan feses, sehingga apakah ibu hamil boleh makan anggur merah jawabannya, tentu saja boleh.

  1. Menjaga Kesehatan Tulang

Manfaat berikutnya adalah menjaga kesehatan tulang dan sendi karena tingginya kandungan vitamin K, kalsium, magnesium, serta fosfor dalam anggur. Ibu hamil rentan alami nyeri pada bagian tertentu, khususnya sendi-sendi.

  1. Mengurangi Kram pada Perut

Magnesium pada anggur juga berfungsi mengurangi kram perut yang juga sering dirasakan ibu hamil akibat gangguan pergerakan otot. Rutin senam hamil akan bantu menghindari terjadinya kram perut dan nyeri otot.

  1. Menghindari Gejala Anemia

Kandungan zat besi dalam buah anggur merah untuk ibu hamil memberi manfaat untuk menghindari gejala anemia. Gejala anemia pada ibu hamil di antaranya mudah merasa lelah, tidak teraturnya denyut jantung, sakit kepala. dan kulit yang memucat.

  1. Tingkatkan Kesehatan Bayi

Selain manfaat bagi ibu hamil, konsumsi buah atau sayur yang kaya nutrisi akan memberi manfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi dalam kandungan. Mulai dari vitamin A pada anggur yang mengoptimalkan tumbuh kembang indera penglihatan, hingga vitamin B yang memaksimalkan metabolisme bayi.

Masih banyak manfaat lainnya dari mengonsumsi anggur dengan jumlah cukup. Buah-buahan yang bermanfaat baik bagi ibu hamil berupa pisang, jeruk, mangga, alpukat, dan apel. Kelompok berry juga bisa jadi variasi lain bila kamu suka dengan cita rasa buah asam.Tidak hanya anggur untuk ibu hamil dan rutin konsumsi asupan bernutrisi lainnya, disarankan juga minum air putih lebih banyak setiap harinya. Kamu bisa menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan selama masa kehamilan dengan konsultasi bersama dokter kandungan.