Kilasan Tentang Kesehatan Terkini

Waspada Kista Endometriosis, Penyebab Sulit Hamil

Menstruasi adalah peristiwa natural yang dialami oleh wanita. Namun, kenyataannya tidak semua wanita mengalami menstruasi yang normal. Ada wanita yang jarang menstruasi, terlalu sering menstruasi, dan mengalami nyeri atau pendarahan berlebihan saat menstruasi.

Menstruasi yang tidak normal tersebut merupakan gejala utama kista endometriosis. Penyakit ini perlu diwaspadai, terutama jika kamu ingin memiliki keturunan. Sebab, salah satu akibat kista endometriosis adalah kesulitan masalah fertilitas.

Untuk itu, yuk kenali lebih dalam tentang kista endometriosis di artikel ini.

Pengertian Kista Endometriosis

Kista endometriosis adalah kista yang terbentuk ketika jaringan endometrium yang terperangkap dalam tubuh mencapai ovarium. Kista ini juga biasa disebut endometrioma.

Ukuran kista endometriosis kurang dari 5 sentimeter, tetapi bisa mencapai 20 sentimeter. Kista tersebut bisa menyebabkan rasa nyeri pada panggul, kesulitan memiliki keturunan, memengaruhi program kehamilan, dan menganggu fungsi ovarium.

Penyebab Kista Endometriosis

Sebenarnya, penyebab endometriosis tidak bisa diketahui secara pasti. Namun, dokter dan peneliti menduga endometriosis disebabkan oleh hal-hal berikut ini:

  • Menstruasi retrogade, yaitu menstruasi di mana darah menstruasi tidak keluar tubuh. Darah tersebut masuk kembali ke tuba falopi, menempel, dan menyebabkan jaringan endometrium tumbuh di dinding panggul serta permukaan organ panggul. Jaringan tersebut kemudian terus menebal dan ikut luruh dalam setiap siklus menstruasi.
  • Transformasi sel embrio yang biasa terjadi ketika perempuan dalam masa pubertas.
  • Sel endometrium yang menempel pada sayatan bedah ketika operasi caesar atau pengangkatan rahim.

Gejala Kista Endometriosis

Kista endometriosis tidak boleh disepelekan. Semakin cepat kamu mengenal gejalanya, semakin efektif pengobatan yang bisa diambil. Inilah gejalanya:

  • Rasa sakit ketika menstruasi, seperti nyeri panggul, nyeri punggung, nyeri perut, dan kram. Rasa sakit ini bahkan bisa terjadi sebelum dan sesudah menstruasi
  • Rasa sakit ketika dan setelah berhubungan seksual
  • Rasa sakit ketika buang air kecil. Rasa sakit ini juga bisa terjadi bahkan ketika perut digerakkan
  • Banyaknya darah yang keluar saat menstruasi
  • Masalah kesuburan seperti sulit mengandung
  • Masalah pencernaan seperti diare dan konstipasi
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah.

Pengobatan Kista Endometriosis

Jika selama ini menstruasimu tidak normal, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan itu penting sekali karena menstruasi yang tidak normal merupakan gejala utama endometriosis.

Untuk mengetahui apakah kamu mengalami endometriosis atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menekan perut atau memasukkan jari ke dalam vagina untuk merasakan keberadaan kista.

Selain itu, dokter juga biasanya akan melakukan USG atau MRI untuk melakukan konfirmasi dengan melihat kondisi dalam tubuh. Pada beberapa kasus, dokter akan menganjurkan laparoskopi untuk melihat kondisi dalam perut.

Jika kamu terkonfirmasi memiliki endometriosis, dokter akan memberi pengobatan yang sesuai dengan usia, rasa sakit yang dialami, serta rencana memiliki bayi di masa depan.

  • Menunggu dan mengobservasi selama 6 hingga 8 minggu jika kista yang dimiliki kecil. Setelah waktu tersebut, dokter akan melakukan USG untuk melihat apakah kista sudah hilang sendiri atau belum.
  • Pemberian obat pereda nyeri seperti ibuprofen bisa dilakukan untuk gejala endometriosis ringan.
  • Operasi mengeluarkan ovarium atau mengangkat rahim. Operasi bisa mengurangi fertilitas, sehingga lebih cocok untuk penderita yang tidak ingin memiliki anak. Namun, pilihan operasi pengangkatan rahim biasanya dilakukan ketika tidak ada lagi cara yang berhasil.
  • Terapi hormon yang berguna untuk memperlambat pertumbuhan jaringan endometriosis. Biasanya berupa pemberian pil KB, KB suntik, atau IUD.

Kista Endometriosis dan Kehamilan

Apakah penderita kista endometriosis bisa hamil? Jawabannya adalah bisa, namun tak mudah.Untuk semua perempuan penderita kista endometriosis yang ingin memiliki keturunan, jangan hilang harapan. Memiliki kista bukan berarti mandul. Memiliki kista tidak menghalangimu untuk punya anak secara alami. Meski tidak mudah, dokter fertilitas akan memberi pengobatan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatanmu.

Penting, Ini Obat Asam Lambung untuk Ibu Hamil

Ibu hamil, pernahkah kamu merasa nyeri di ulu hati saat mengandung? Bisa jadi, nyeri itu merupakan tanda-tanda asam lambung naik. Jika ini terjadi, ibu hamil harus waspada. Pengetahuan tentang obat asam lambung untuk ibu hamil pun wajib diketahui.

Artikel ini akan membahas asam lambung dan obatnya untuk ibu hamil. Jika kamu sedang hamil dan sering mengalami nyeri pada ulu hati, artikel ini akan cocok untukmu.

Asam Lambung Naik pada Ibu Hamil

Asam lambung naik adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami ibu hamil. Penyakit yang sering disebut dengan GERD ini banyak terjadi pada ibu hamil karena perubahan hormon progesteron. Hormon progesteron mampu mengendurkan otot sphincter yang seharusnya menjaga asam lambung tidak naik. Namun karena sudah kendur, asam lambung bisa naik ke kerongkongan.

Selain pengaruh hormon progesteron, naiknya asam lambung pada ibu hamil juga terjadi karena tekanan pada perut. Perkembangan janin di trimester kedua dan ketiga bisa membuat asam lambung terdesak naik hingga ke esofagus.

Gejala utama asam lambung naik adalah rasa sakit seperti terbakar di ulu hati. Rasa sakit itu juga bisa disertai dengan perut atau dada yang terasa berat. Selain itu, gejala lainnya adalah:

  • Batuk
  • Mual
  • Muntah
  • Mulut terasa pahit
  • Tenggorokan sakit
  • Kembung
  • Sendawa terus menerus

Obat Asam Lambung untuk Ibu Hamil

Untuk menghilangkan rasa perih di perut akibat asam lambung naik, kamu bisa minum obat asam lambung untuk ibu hamil ini:

  1. Antasid

Antasid berguna untuk menetralisir asam dalam perut. Antasid biasanya digunakan ketika gejala nyeri ulu hati belum terlalu parah.

Kamu bisa minum antasid yang terbuat dari magnesium dan kalsium karbonat. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa magnesium sebaiknya tidak dikonsumsi di trimester terakhir karena bisa menganggu kontraksi.

  1. Omeprazole

Omeprazole adalah salah satu Proton Pump Inhibitors, yaitu obat yang bisa menghentikan perut memproduksi asam terlalu banyak. Cara kerja Omeprazole adalah memblokir enzim yang memproduksi asam.

Omeprazole sering digunakan pada pasien GERD yang gejalanya sudah parah. Namun, efek Omeprazole tidak langsung kelihatan. Sehingga, biasanya pasien akan mengonsumsi antasid terlebih dahulu.

Kalau obat di atas tidak berhasil mengendalikan rasa sakit, segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pencegahan Asam Lambung Naik pada Ibu Hamil

Daripada harus mengonsumsi obat asam lambung untuk ibu hamil, lebih baik menghindari penyakitnya. 10 cara di bawah ini bisa kamu terapkan jika ingin menghindari asam lambung naik:

  • Makan dalam porsi sedikit tapi lebih sering.
  • Tidak minum air ketika sedang makan. Minum air hanya di sela-sela waktu makan.
  • Tidak langsung tidur atau sekadar rebahan setelah makan. Kamu bisa tidur-tiduran setidaknya tiga jam sehabis makan. 
  • Menghindari makanan pedas, asam, dan berlemak.
  • Menghindari soda dan kafein.
  • Makan perlahan, tidak perlu terburu-buru.
  • Tidur menghadap ke kiri. Kalau kamu tidur menghadap ke kanan, perutmu bisa sakit. Ini karena posisi perut lebih tinggi daripada posisi kerongkongan.
  • Mengenakan pakaian yang longgar di bagian perut agar ibu hamil tidak merasa sesak.
  • Tidak mengonsumsi rokok dan alkohol.
  • Menaikkan bantal sekitar 15 hingga 20 sentimeter agar asam lambung dari perut tidak masuk ke esofagus.

Sebelum mengonsumsi obat asam lambung untuk ibu hamil, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Dokter akan memberimu jenis dan dosis obat yang telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu dan janin. Lebih baik berhati-hati terhadap konsumsi obat-obatan selama kehamilan, karena nyawa ibu dan buah hati dipertaruhkan.

Tes Kesehatan Sebelum Menikah Itu Penting, Ini Manfaatnya

Sedang merencanakan pernikahan? Apa yang sudah kamu siapkan? Lokasi pernikahan, gaun pernikahan idaman, test food katering paling enak di kota, atau janji dengan make up artist yang kamu suka?

Ada satu lagi persiapan pernikahan yang tidak boleh kamu lupa, yaitu tes kesehatan sebelum menikah. Jangan sampai kamu merencanakan pernikahan tanpa melakukan tes kesehatan sebelumnya, ya. Soalnya, tes kesehatan sebelum menikah itu penting sekali.

Inilah manfaat yang bisa kamu dapat dengan mengetes kesehatan pranikah.

Manfaat Tes Kesehatan Sebelum Menikah

  1. Menghindari penyakit menular

Penting bagi suami istri untuk tahu penyakit menular yang diderita masing-masing. Karena suami istri akan terus bersama sepanjang hidupnya, jangan sampai suami dan istri saling menularkan penyakit.

Dengan melakukan screening kesehatan, suami istri bisa mengetahui penyakit menular seperti TBC, HIV, hepatitis, toksoplasma, dan penyakit menular seksual. Jika salah satu pasangan menderita HIV, pencegahan menular bisa dilakukan dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

  1. Menghindari penyakit pada anak

Kondisi kesehatan anak banyak dipengaruhi oleh kesehatan orang tua. Mengetahui penyakit menular tak hanya bermanfaat untuk kebaikan suami istri, tetapi juga pada anak.

Ibu yang menderita HIV bisa mengonsumsi obat HIV ketika memutuskan ingin punya anak. Begitupun dengan ibu yang memiliki toksoplasma, harus menghilangkan tokso terlebih dahulu sebelum diizinkan hamil. 

Sementara itu, hepatitis B pada bayi bisa dihindari dengan memberikan vaksin ketika bayi sudah lahir. Selain itu, ada pula penyakit menurun yang harus diwaspadai calon orang tua. Penyakit itu misalnya buta warna, alergi, asma, depresi, diabetes, thalasemia, hingga kebotakan. 

Beberapa penyakit mungkin tidak terlalu berbahaya, tetapi butuh penanganan yang tepat. Calon orang tua harus bisa menyiapkan diri untuk merawat anak yang mewarisi penyakit keturunan.

  1. Menghindari keguguran

Ada beberapa kondisi pada calon ibu yang bisa menyebabkan keguguran janin. Contohnya yaitu toksoplasma, diabetes melitus, serta kecanduan merokok, alkohol, dan obat-obatan.

Keguguran bisa dihindari dengan mengatasi penyakit-penyakit tersebut sebelum hamil. Wanita yang memiliki diabetes bisa mengontrol kadar gula dalam tubuhnya sebelum hamil agar tidak keguguran. Sedangkan, wanita yang sering merokok atau minum alkohol sebaiknya berhenti melakukannya saat merencanakan kehamilan.

Selain itu, perbedaan rhesus juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Perbedaan rhesus membuat tubuh ibu melihat janin sebagai objek asing, sehingga risiko keguguran atau kelainan pada bayi bisa meningkat.

Jika kamu menikah dengan orang asing, jangan lupa untuk mengecek rhesus. Sebab, perbedaan rhesus banyak terjadi pada orang Indonesia yang menikah dengan orang asing.

  1. Mengetahui tingkat kesuburan

Berniat langsung punya anak setelah menikah? Maka, penting sekali untuk melakukan pre-marital screening.

Tes kesehatan sebelum menikah untuk pria dan untuk wanita sama pentingnya. Lewat tes, pasangan suami istri bisa melihat kondisi sistem reproduksi mereka.

Perempuan yang obesitas misalnya punya risiko infertilitas yang besar, karena itu harus mengurangi berat badan sebelum mengandung. Adapun masalah infertilitas lainnya seperti PCOS punya penanganan tersendiri sebelum calon ibu bisa hamil.

Sama halnya dengan pria. Jika ada hal yang tidak normal dalam alat reproduksinya, penanganan akan diperlukan. Pria biasanya akan disarankan untuk menghindari merokok, radiasi, atau suhu panas berlebih yang bisa merusak sel sperma.

Bentuk Tes Kesehatan Sebelum Menikah

Untuk mempersiapkan dirimu sebelum melakukan tes, kenali dulu seperti apa bentuk tes kesehatan sebelum menikah berikut ini.

  1. Tes darah

Tes darah yang termasuk dalam tes pranikah meliputi tes golongan darah dan tes hitung darah lengkap (complete blood count). Tes darah lengkap berguna untuk mendeteksi adanya masalah dalam kesehatan.

  1. Tes penyakit menular seksual

Tes ini dilakukan untuk mengetahui penyakit menular seksual atau HIV yang dimiliki pasangan. Terkadang, beberapa orang bahkan tidak tahu mereka memiliki penyakit menular seksual atau HIV, padahal kedua penyakit ini bisa ditularkan.

  1. Tes penyakit genetik dan penyakit kronis

Tes ini berfungsi untuk mengetahui masalah medis yang bisa ditularkan pada anak, berdasarkan kondisi kesehatan pasangan dan keluarga. Sementara itu, tes penyakit kronis dilakukan agar pasangan dapat mengobati penyakitnya sebelum terlalu parah. 

  1. Tes kesuburan dan pelvic exam

Pelvic exam dapat memberi gambaran tentang kondisi kesehatan vagina dan rahim bagi calon istri. Baik tes kesuburan dan pelvic exam, keduanya bermanfaat untuk membantu pasangan yang ingin punya anak setelah menikah.

Berapa Biaya Tes Kesehatan Sebelum Menikah?

Biaya tes kesehatan sebelum menikah berbeda-beda, tergantung lokasi tes. Jika kamu melakukan tes kesehatan pranikah di puskesmas, biayanya bisa gratis dengan menggunakan BPJS.

Sementara itu, biaya tes kesehatan calon suami istri di klinik atau rumah sakit biayanya bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan. Jika kamu dan pasangan berniat segera menikah, jangan lupa mengalokasikan dana agar bisa melakukan tes kesehatan sebelum menikah.

Cara Deteksi Dini Kanker Serviks untuk Para Perempuan

Tahukah kamu? Kanker serviks merupakan penyakit kanker tertinggi yang dialami wanita setelah kanker payudara. Menurut data Kementerian Kesehatan, tingginya angka kematian akibat kanker, termasuk kanker serviks, disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

Cakupan deteksi dini melalui screening kanker serviks baru mencapai 8,29 persen. Kanker serviks tak mengenal usia tuk bersemayam. Terlebih, bagi wanita yang aktif berhubungan seksual dengan gonta-ganti pasangan dan tidak menggunakan pengaman menjadi faktor penambah risiko penyakit kanker serviks

Mengenal Deteksi Dini Kanker Serviks

Penyebaran sel-sel kanker yang cepat dan seringkali tak terdeteksi pada masa awal pertumbuhannya menjadikan kanker serviks menjadi salah satu penyakit mematikan bagi kaum wanita. Maka dari itu, pencegahan kanker serviks sangat penting dilakukan, baik melalui vaksin kanker serviks maupun deteksi dini kanker serviks secara rutin.

Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal tersebut benar adanya, namun fakta lain yang tak kalah penting adalah, lebih baik terdeteksi dini agar segera diobati daripada terlambat.

Dengan deteksi dini kanker serviks, peluang keberhasilan  pengobatan kanker serviks akan lebih tinggi karena sel-sel kanker belum begitu menyebar. Deteksi dini kanker serviks juga dapat menjadi acuan pemeriksaan lanjutan guna mengetahui stadium kanker serviks.

Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

  1. Pap smear

Cara pertama yang paling umum dilakukan adalah dengan pap smear. Pap smear bertujuan untuk melihat keberadaan sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel sel di leher rahim yang akan diteliti melalui mikroskop.

Hasilnya, sampel tersebut dapat dikategorikan menjadi sel normal, merupakan sel prakanker, atau bahkan merupakan sel kanker. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menyarankan dan melakukan perawatan untuk kanker serviks jika memang terbukti ada, ataupun melakukan tindakan untuk mencegah sel prakanker tumbuh semakin parah. 

Kamu bisa melakukan pap smear secara rutin. Deteksi dini kanker serviks dengan pap smear sangat direkomendasikan bagi wanita yang telah aktif berhubungan seksual, atau setidaknya berusia di atas 21 tahun, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Wanita usia 21–49 tahun : setiap 3 tahun sekali
  • Wanita usia 50–65 tahun : setiap 5 tahun sekali
  • Wanita usia di atas 65 tahun: hanya jika ada keluhan tertentu pada leher rahim (serviks) dan area sekitarnya, atau belum pernah melakukan Pap smear sejak usia 50 tahun
  1. Pemeriksaan HPV

Jika hasil tes pap smear menunjukkan adanya sel abnormal, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan human papilloma virus (HPV). Selain itu, bagi wanita berusia 30 tahun ke atas juga disarankan melakukan pemeriksaan HPV setiap 5 tahun sekali.

Sesuai dengan namanya, pemeriksaan HPV dilakukan untuk mengetahui kemungkinan ada atau tidaknya virus HPV, sang penyebab utama kanker serviks, di dalam leher rahim

  1. Pemeriksaan IVA

Cara selanjutnya yang dapat digunakan untuk deteksi dini kanker serviks adalah dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Berdasarkan laporan hasil konsultasi WHO, pemeriksaan IVA dapat mendeteksi lesi tingkat pra kanker dengan sensitifitas sekitar 66-69 % dan spesifitas sekitar 64-98 %.

Hasil yang didapatkan dari pemeriksaan IVA dapat diolah secara langsung tanpa menunggu hasil laboratium. Inilah yang membuat harga pemeriksaan IVA menjadi lebih murah jika dibandingkan dengan pap smear. Selain murah, pemeriksaan IVA juga dapat dilakukan kapanpun lho!

Caranya, tenaga kesehatan akan mengusapkan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3-5 persen pada leher rahim. Tenang saja, pemeriksaan IVA ini hanya dilakukan beberapa menit dan tidak menimbulkan rasa sakit kok!

Hasilnya, jka terdapat sel kanker, leher rahim akan terlihat seperti luka ketika diberikan asam asetat. Dapat pula berubah warna menjadi putih, atau bahkan mengeluarkan darah. Berbeda dengan jaringan leher rahim normal yang tak menunjukkan perubahan ketika diberi asam asetat.

Ketiga metode di atas merupakan cara deteksi dini kanker serviks yang mudah. Setelah melakukan deteksi dini kanker serviks dan terdapat hasil abnormal, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti kolposkopi dan biopsi.Selain rutin melakukan deteksi dini kanker serviks, jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup dan makan yang sehat, serta melengkapi vaksin kanker serviks sesuai dosis dan jadwalnya.

Cara Mengecilkan Perut Buncit

Beberapa orang mungkin merasa bahwa perut buncit mengganggu aktivitas sehari-hari. Perut buncit mungkin juga bisa menurunkan kepercayaan diri seseorang. Selain itu, adanya lemak berlebih pada perut ini juga bisa memberikan risiko kesehatan yang berbahaya. Lalu, bagaimana cara mengecilkan perut buncit? Simak beberapa caranya di bawah ini, ya!

1. Konsumsi Serat Larut

Serat larut bisa menyerap air sekaligus membentuk gel yang membantu memperlambat makanan saat melewati sistem pencernaan. Studi menunjukkan bahwa jenis serat ini bisa membantu meningkatkan penurunan berat badan. Serat ini membantumu merasa kenyang sehingga kamu secara alami akan makan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Serat larut juga dinilai bisa membantu melawan lemak pada perut. Konsumsi serat ini juga dapat mengurangi jumlah kalori yang bisa diserap tubuhmu dari makanan. Oleh karena hal inilah, mengonsumsi serat larut dapat menjadi salah satu cara mengecilkan perut buncit dengan sehat.

Kamu perlu untuk mengusahakan mengonsumsi makanan berserat setiap harinya. Sumber serat larut yang sangat baik dapat berupa biji rami, alpukat, blackberry, alpukat, hingga mi shirataki.

2. Jangan Minum Alkohol Berlebihan

Alkohol bisa sangat berbahaya bagi tubuh apabila kamu meminumnya dalam jumlah yang banyak. Penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat membuat badan bertambah gemuk.

Mengurangi konsumsi alkohol bisa membantumu mengurangi ukuran pinggang. Akan tetapi, kamu perlu untuk konsisten membatasi jumlah alkohol yang dikonsumsi agar lemak di perut tidak semakin bertambah.

3. Konsumsi Makanan Berprotein Tinggi

Protein merupakan salah satu nutrisi yang penting dan dibutuhkan untuk tubuh kita. Protein juga sangat berperan penting dalam manajemen berat badan manusia. Asupan protein yang tingga bisa meningkatkan pelepasan hormon kepenuhan PYY yang bisa menurunkan nafsu makan sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

Selain hal-hal tersebut, protein juga dapat meningkatkan tingkat metabolisme tubuhmu dan juga membantu kamu memeprtahankan massa otot selama proses penurunan berat badan. Hal inilah yang membuat mengonsumsi protein dengan cukup bisa menjadi salah satu cara mengecilkan perut buncit yang bisa segera dipraktikkan.

Kamu perlu memastikan sumber makanan berprotein tinggimu berasal dari lingkungan yang berkualitas baik. Beberapa sumber protein yang bisa kamu konsumsi sebagai salah satu cara mengecilkan perut buncit adalah daging, ikan, susu, telur, kacang polong, dan berbagai sumber protein lainnya.

4. Lakukan Senam Aerobik

Salah satu cara mengecilkan perut buncit yang menyenangkan bagi sebagian orang adalah melakukan senam aerobik. Latihan ini disebut sebagai cara mengecilkan perut buncit yang efektif sekaligus bisa meningkatkan kesehatan dan membakar kalori pada tubuh.

Akan tetapi, kamu perlu memperhatikan frekuensi dan durasi program latihan yang kamu jalankan. Bagaimanapun, kedua hal tersebut menjadi hal yang sangat penting dalam proses mengecilkan perut buncit.

5. Kurangi Tingkat Stress

Stress dapat membuatmu bertambah gemuk, lho! Hal ini dikarenakan stress bisa memicu kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol. Kortisol ini dikenal sebagai hormon stress. Penelitian menunjukkan bahwa kadar kortisol yang tinggi bisa meningkatkan nafsu makan seseorang dan mendorong penympanan lemak perut.

Oleh karena itu, salah satu cara mengecilkan perut buncit yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengurangi dan menghilangkan stress dalam dirimu. Kamu bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk menghilangkannya. Selain itu, kamu juga bisa melakukan yoga, meditasi, ataupun konsultasi kepada ahli jika kamu merasa memerlukannya.

Sumber:

https://www.healthline.com/nutrition/20-tips-to-lose-belly-fat